Selasa, 20 Oktober 2015

MAKALAH EVALUASI DALAM BELAJAR



MAKALAH EVALUASI DALAM BELAJAR 
Mata kuliah belajar pembelajaran
 


BAB I
PENDAHULUAN

A.       Latar Belakang Masalah
Evaluasi merupakan subsistem yang sangat penting dan sangat di butuhkan dalam setiap sistem pendidikan, karena evaluasi dapat mencerminkan seberapa jauh perkembangan atau kemajuan hasil pendidikan. Dengan evaluasi, maka maju dan mundurnya kualitas pendidikan dapat diketahui, dan dengan evaluasi pula, kita dapat mengetahui titik kelemahan serta mudah mencari jalan keluar untuk berubah menjadi lebih baik ke depan.Tanpa evaluasi, kita tidak bisa mengetahui seberapa jauh keberhasilan siswa, dan tanpa evaluasi pula kita tidak akan ada perubahan menjadi lebih baik, maka dari itu secara umum evaluasi adalah suatu proses sistemik umtuk mengetahui tingkat keberhasilan suatu program. Evaluasi pendidikan dan pengajaran adalah proses kegiatan untuk mendapatkan informasi data mengenai hasil belajar mengajar yang dialami siswa dan mengolah atau menafsirkannya menjadi nilai berupa data kualitati atau kuantitati sesuai dengan standar tertentu. Hasilnya diperlukan untuk membuat berbagai putusan dalam bidang pendidikan dan pengajaran.
Ditjen Dikdasmen Depdiknas (2003 : 1) secara eksplisit mengemukakan bahwa antara evaluasi dan penilaian mempunyai persamaan dan perbedaan. Persamaannya adalah keduanya mempunyai pengertian menilai atau menentukan nilai sesuatu. Adapun perbedaannya terletak pada konteks penggunaannya. Penilaian (assessment) digunakan dalam konteks yang lebih sempit dan biasanya dilaksanakan secara internal, yakni oleh orang-orang yang menjadi bagian atau terlibat dalam sistem yang bersangkutan, seperti guru menilai hasil belajar murid, atau supervisor menilai guru. Baik guru maupun supervisor adalah orang-orang yang menjadi bagian dari sistem pendidikan. Adapun evaluasi digunakan dalam konteks yang lebih luas dan biasanya dilaksanakan secara eksternal, seperti konsultan yang disewa untuk mengevaluasi suatu program, baik pada level terbatas maupun pada level yang luas.
Fungsi Evaluasi Pendidikan. Sangat diperlukan dalam pendidikan antara lain memberi informasi yang dipakai sebagai dasar untuk : 1. Membuat kebijaksanaan dan keputusan. 2. Menilai hasil yang dicapai para pelajar. 3.  Menilai kurikulum. 4. Memberi kepercayaan kepada sekolah. 5. Memonitor dana yang telah diberikan. 6. Memperbaiki materi dan program pendidikan. Hasil evaluasi yang didapat sampai sekarang tentang dunia pendidikan Nasional kita cukup memperihatinkan, tidak hanya dalam segi kualitas tapi juga kegagalan dalam membentuk karakter building generasi muda bangsa. Pendidikan menjadi tanggung jawab semua pihak, dimana tujuan pendidikan adalah memanusiakan manusia. membentuk SDM yang berkualitas. Namun sayang kebijakan pendidikan yang ada sampai sekarang masih jauh dari harapan.
Dalam setiap pembelajaran, pendidik harus berusaha mengetahui hasil dari proses pembelajaran yang ia lakukan. Hasil yang dimaksud adalah baik, tidak baik, bermanfaat, atau tidak bermanfaat, dll. Pentingnya diketahui hasil ini karena ia dapat menjadi salah satu patron bagi pendidik untuk mengetahui sejauh mana proses pembelajran yang dia lakukan dapat mengembangkan potensi peserta didik. Artinya, apabila pembelajaran yang dilakukannya mencapai hasil yang baik, pendidik tentu dapat dikatakan berhasil dalam proses pembelajaran dan demikian pula sebaliknya. Salah satu cara yang dapat dilakukan untuk mengetahui hasil yang telah dicapai oleh pendidik dalam proses pembelajaran adalah melalui evaluasi. Evaluasi yang dilakukan oleh pendidik ini dapat berupa evaluasi hasil belajar dan evaluasi pembelajaran.
Dalam makalah ini hanya dibicarakan masalah konsep dasar evaluasi hasil belajar meskipun dalam pembicaraan tentang evaluasi hasil belajar ini juga disinggung masalah konsep dasar evaluasi pembelajaran. Hal ini tentu saja terjadi karena evaluasi belajar dan evaluasi pembelajaran menurut penulis tak dapat dipisahkan.
Sebenarnya apakah yang dimaksud dengan evaluasi? Banyak literatur yang memberikan pengertian tentang evaluasi ini. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, evaluasi berarti penilaian (KBBI, 1996:272). Nurgiyantoro (1988:5) menyebutkan bahwa evaluasi adalah proses untuk mengukur kadar pencapaian tujuan. Ia lebih lanjut menjelaskan bahwa evaluasi yang bersinonim dengan penilaian tidak sama konsepnya dengan pengukuran dan tes meskipun ketiga konsep ini sering didapatkan ketika masalah evaluasi pendidikan dibicarakan. Dikatakannya bahwa penilaian berkaitan dengan aspek kuantitatif dan kualitatif, pengukuran berkaitan dengan aspek kuantitatif, sedangkan tes hanya merupakan salah satu instrumen penilaian. Meskipun berbeda, ketiga konsep ini merupakan satu kesatuan dan saling memerlukan. Hal senada juga disampaikan oleh Nurgiyantoro (1988) dan Sudijono (2006).
Selanjutnya, ada juga para ahli evaluasi pendidikan, seperti Sudijono, menyebutkan bahwa evaluasi adalah (1) proses/kegiatan untuk menentukan kemajuan pendidikan, dibandingkan dengan tujuan yang telah ditentukan, (2) usaha untuk memperoleh informasi berupa umpan balik (feed back) bagi penyempurnaan pendidikan (Sudijono, 2006:2). Hampir sama dengan Sudijono, Dimyati dan Mujiono menyebutkan bahwa evaluasi adalah suatu proses untuk menentukan nilai belajar dan pembelajaran yang dilaksanakan (2006:192).  Selain istilah evaluasi, terdapat juga istilah penilaian, pengukuran, dan tes. Sebenarnya, apakah ketiga istilah ini mengandung pengertian yang sama? Jawabannya tentu saja tidak.
B.       Rumusan Masalah
Berdasarkan  latar belakang di atas, maka yang menjadi rumusan dalam penulisan makalah  ini adalah sbb :
1.      Mengetahui Bagaimana Pengertian Evaluasi, dan Prinsip Umum Pembelajaran?
2.      Mengetahui Bagaimana Tujuan Evaluasi, dan Syarat-syarat Umum Evaluasi ?
3.     Mengetahui Bagaimana Jenis-jenis Evaluasi Pembelajaran, dan Pendekatan Evaluasi        Pembelajaran  ?

C.       Tujuan Penulisan
Berdasarkan  rumusan masalah  di atas, maka yang menjadi tujuan dalam penulisan makalah  ini adalah sbb : “ Untuk Mengetahui Bagaimana Pengertian Evaluasi, dan Prinsip Umum Pembelajaran Untuk Mengetahui Bagaimana,Tujuan, Syarat-syarat Umum Evaluasi Serta Untuk Mengetahui Bagaimana Jenis-jenis Evaluasi Pembelajaran, dan Pendekatan Evaluasi     Pembelajaran ”
D.       Manfaat Penulisan       
Penulisan makalah ini di harapkan dapat memberikan manfaat bagi semua pihak baik secara langsung maupun secara tidak langsung dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan pada umumnya.














BAB II
PEMBAHASAN
A.     Pengertian dan Prinsip Umum Evaluasi

Wiersma dan Jurs membedakan antara evaluasi, pengukuran dan testing. Keduanya berpendapat bahwa evaluasi adalah suatu proses yang mencakup pengukuran dan mungkin testing, yang juga berisi pengambilan keputusan tentang nilai. Pendapat ini sejalan dengan pendapat Arikunto yang menyatakan bahwa evaluasi merupakan kegiatan mengukur dan menilai. Kedua pendapat di atas secara implisit menyatakan bahwa evaluasi memiliki cakupan yang lebih luas dari pada pengukuran dan  testing (Rusliana,2007:1)
            Phopam (1986:18) mengemukakan bahwa untuk memahami arti evaluasi memang perlebih dahulu memahami arti pengukuran. Pengukuran terdiri dari penetapan status gejala tertentu dengasn cara yang lebih seksama. Misalnya kita mengetahui tinggi rendahnya pengetahuan siswa tentang perkalian, dengan mengukur pengetahuan mereka melalui ujian. Kalau kita melaporkan bahwa siswa-siswa tertentu dapat menjawab 90% dari soal yang diberikan, sedang siswa lainnya hanya mampu menyelesaikan 10%, kita mendapatkan gambaran yang lebih pasti tentang pengetahuan perkalian siswa-siswa kita.
            Michael Scriven, seorang teoritsi evaluasi mengamati bahwa evaluasi terdiri dari penetapan nilai. Karena itu, evaluasi pendidikan terdiri dari penetapan nilai sehubungan dengan fenomena pendidikan. Penetapan nilai yang kita maksudkan adalah penentuan manfaat atau kebaikan relatif dari segala sesuat yang kita evaluasi.
            Dalam sebuah tulisan tentang Penilaian Hasil Belajar, Sudrajad (2008) mengemukakan banyak orang menyampuradukkan pengertian antara evaluasi, pengukuran (measurement), tes dan penilaian (assesment), padahal keempatnya memiliki pengertian yang berbeda. Evaluasi adalah kegiatan identifikasi untuk melihat apakah suatu program yang direncanakan telah tercapai atau belum, berharga atau tidak dan dapat pula untuk melihat tingkat efisiensi pelaksanaanya. Pengukuran proses pemberian angka atau usaha memperolah deskripsi numerik dari suatu tingkatan dimana seorang peserta didik trelah mencapai karakteristik tertentu. Sedangk penialian (assesment) adalah penerapan berbagai cara dan penggunaan beragam alat penilaian untuk memperoleh informasi tentang sejauh mana proes penilaian peserta didik atau ketercapaian kompetensi peserta didik.
            Menurut Nurkacana dan Sumartana (1986) yang membahas pendapat Wand & Brown, pengukuran adalah suatu tindakan atau proses untuk menentukan luas atau kuantitas pada sesuatu. Sedangkan evaluasi merujuk pada suatu tindakan atau proses untuk menentukan nilai daripada sesuatu. Dari definisi tersebut diketahui bahwa pengukuran akan memberikan jawaban terhadap pertanyaan “how much” sedangkan penilaian akan membarikan jawaban terhadap pertanyaan “what value”.
            Dimyanti dan Mujiono (1994:175), mengemukakan bahwa hal penting yang harus diketahui guru adalah bahwa secara umum evaluasi mencakup evaluasi hasil belajar dan evaluasi pembelajaran. Guru harus dapat membedakan antara kegiatan evaluasi hasil belajar dan evaluasi pembelajaran. Evaluasi hasil belajar menekankan kepada diperolehnya informasi tentang seberapakah perolehan siswa dalam mencapai tujuan pengajaran yang ditetapkan (hasil). Sedangkan evaluasi pembelajaran merupakan proses sistematis untuk memperoleh informasi tentang tingkat keefektifan proses pembelajaran dalam membantu siswa mencapai tujuan pembelajaran (proses).

B.     Tujuan Evaluasi

Secara umum evaluasi bertujuan untuk melihat sejauh mana suatu program atau suatu kegiatan tertentu dapat mencapai tujuan yang telah di tentukan. Secara spesifik evaluasi memiliki banyak tujuan dan manfaat. Menurut Reece dan Walker (1997:420) terdapat beberapa alasan mengapa evaluasi harus dilakukan, yaitu:
1.      Memperkuat kegiatan belajar
2.      Menguji pemahaman dan kemampuan siswa
3.      Memastikan pengetahuan prasyarat yang sesuai
4.      Mendukung terlaksananya kegiatan pembelajaran
5.      Memotivasi siswa
6.      Memberi umpan balik bagi siswa
7.      Memberi umpan balik bagi guru
8.      Memelihara standar mutu
9.      Mencapai kemajuan proses dan hasil belajar
10.  Memprediksi kinerja pembelajaran selanjutnya
11.  Menilai kualitas belajar
Reene dan Walker juga mengemukakan bahwa dengan melaksanakan evaluasi belajar dengan benar sekurang-kurangnya memungkinkan kita untuk; (1) mengukur kompetensi atau kapabilitas siswa, apakah mereka telah merealisasikan tujuan yang telah ditentukan, (2) menentukan tujuan mana yang belum direalisasikan, sehingga tindakan perbaikan yang cocok dapat direalisasikan, (3)  merumuskankan rangking siswa dalam hal kesuksesan mereka si dalam mencapai tujuan yang telah disepakati, (4) memberikan informasi kepada guru tentang cocok tidaknya strategi mengajar yang ia gunakan agar kelebihan dan kekurangan strategi mengajar tersebut dapat ditentukan, (5) merencanakan prosedur untuk memperbaiki rencana pelajaran dan menentukan apakah sumber belajar tambahan perlu digunakan.
            Pelaksanaan evaluasi dalam pendidikan mempunyai manfaat yang luas, tidak sekedar mengukur keberhasilan proses belajar akan tetapi dapat memberikan manfaat dalam berbagai kagiatan lain baik bagi guru maupun bagi siswa (Nurkancana,1986). Beberapa fungsi atau manfaat evaluasi pendidikan dan pembelajaran adalah untuk;
a.       Mengetahui taraf kesiapan anak untuk menempuh suatu pendidikan tertentu
b.      Mengetahui seberapa jauh hasil yang telah dicapai dalm proses pendidikan
c.       Mengetahui apakah suatu mata pelajaran yang kita ajarkan dapat dilanjutkan dengan bahan yang baru ataukah harus mengulang pelajaran-pelajaran yang telah lampau
d.      Mendapatkan bahan-bahan informasi dalam memberikan bimbingan tentang jenis pendidikan dan jabatan yang sesuai untuk siswa
e.       Mendapatkan bahan-bahan informasi apakah seorang anak dapat dinaikkan ke kelas yang lebih tinggi atau harus mengulang di kelas semula
f.        Membandingkan apakah prestasi yang dicapai anak sudah sesuai dengan kapasitasnya atau belum
g.       Untuk menafsirkan apakah seorang anak telah cukup matang untuk kita lepas ke dalam masyarakat atau untuk melanjutkan ke lembaga pendidikan yang lebih tinggi
h.       Untuk mengadakan seleksi dalam memilih dan menentukan apakah seseorang dapat memenuhi standar atau kriteria yang ditentukan untuk suatu jenjang pendidikan, pekerjaan/jabatan, atau jenis kegiatan
i.         Untuk mengetahui taraf efisiensi metode yang dipergunakan dalam lapangan pendidikan

C.     Syarat-syarat Umum Evaluasi
Kesahihan menggantikan kata validitas (validity) yang dapat di artikan sebagai ketepatan evaluasi mengevaluasi apa yang seharusnya dievaluasi. Kesahihan juga dapat di artikan sebagai kelayakan interpretasi terhadap hasil dari suatu instrumen evaluasi atau tes dan tidak terhadap instrumen itu sendiri (Grounlound,1985:57). Nurkancana dan Sumartana (1986) megemukakan bahwa validitas dapat ditinjau dari beberapa segi seperti di bawah ini:
1.      Validitas ramalan (predictive validity)
Di artikan sebagai ketepatan dari suatu alat pengukur ditinjau dari kemampuan tes tersebut untuk meramalkan prestasi yang dicapai kemudian.
2.      Validitas bandingan (concurrent validity)
Adalah ketepatan dari suatu tes dilihat dari kolerasinya terhadap kecakapan yang telah dimiliki saat ini secara nyata.
3.      Validitas isi (content validity)
Diartikan sebagai ketepatan suatu tes ditinjau dari isi tes tersebut, bilamana materi tes tersebut betul-betul dapat mewakili secara menyeluruh (representatif) dari bahan-bahan pelajaran yang diberikan.
4.      Validitas konstruk (construct validity)
Diartikan sebagai ketepatan suatu tes ditinjau dari susunan (konstruksi) tes tersebut.

D.     Jenis-1jenis Evaluasi Pembelajaran
1.      Evaluasi Formatif
Winkel menyatakan bahwa yang dimaksud dengan evaluasi formatif adalaah penggunaan tes-tes selama proses pembelajaran yang masih berlangsung, agar siswa dan guru memperoleh informasi (feedback) mengenai kemajuan yang telah dicapai. Tesmer menyatakan formative evaluation is a judgement of the strenghts and weakness of instruction in its developing stages, for purpose of revising the instruction to improve its effectiveness and appael. Pada prinsipnya pendapat-pendapat tersebut membari penekanan tentang maksud evaluasi formatif sebagai kegiatan untuk mengontrol seberapa jauh siswa telah menguasai materi yang diajarkan pada pokok bahasan tersebut.
2.      Evaluasi Sumatif
Adalah evaluasi yang dilakukan pada setiap akhir satu satuan waktu yang didalamnya tercakup lebih dari satu pokok bahasan dan dimaksudkan untuk mengetahui sejauhmana peserta didik telah dapat berpindah dari suatu unit ke unit berikutnya.
3.      Diagnosik
Adalah evaluasi yang digunakan untuk mengetahui kelebihan-kelebihan dan kelemahan-kelamahan yang ada pada siswa sehingga dapat diberikan perlakuan yang tepat.
E.      Pendekatan Evaluasi Pembelajaran
Untuk mengetahui seberapa tinggi prestasi belajar yang dicapai oleh siswa, maka guru juga perlu memahami cara yang dapat dipergunakan untuk mengkonversikan atau mengubah skor mentah menjadi skor standar. Cara pertama, ialah denfan jalan membandingkan skor yang diperoleh oleh seseorang dengan suatu standar yang absolut. Cara kedua, ialah dengan jalan membandingkan skor seseorang dengan skor yang diperoleh oleh orang alin dalam tes tersebut.

1.      Penilaian Acuan Patokan (PAP), Criterion Reference Test (CRT)
Penilaian Acuan Patokan yang juga disebut penilaian dengan norma absolut atau norma aktual merupakan norma penilaian yang ditetapkan secara absolut (mutlak) oleh guru atau pembuat tes berdasarkan atas jumlah soal, bobot masing-masing soal, serta persentase penguasaan yang dipersyaratkan. Dengan kata lain tes acuan kriteria digunakan untuk menyeleksi (secara pasti) status individual berkenaan dengan domain perilaku yang ditetapkan/dirumuskan dengan baik.

2.      Penilaian Acuan Normatif (PAN), Norm Reference Test (NRT)
Norma relatif dinamakan juga norma aktual, norma empiris atau dinamakan juga Penilaian Acuan Norma (PAN). Norma relatif adalah suatu norma yang disusun sevara relatif berdasrkan distribusi skor yang dicapai oleh peserta tes. Pada pendekatan acuan norma, standar performan yang digunakan bersifat relatif. Artinya tingkat performan seorang siswa ditetapkan berdasrkan pada posisi relatif dalam kelompoknya.
Evaluasi merupakan salah satu komponen penting di dalam seluruh rangkaian kegiatan pembelajaran. Dengan malakukan evaluasi secara benar, guru dapat mengetahui tingkat keberhasilan proses pembelajaran yang dilakukannya. Melalui evaluasi, guru dapat pula mengetahui efektivitas penggunann metode pembelajaran, kemampuan mengelola proses pembelajaran, kemampuan memotivasi siswa serta kemampuan mendayagunakan sumber-sumber belajar yang tersedia.


























BAB III
PENUTUP

A.       Kesimpulan
Pada dasarnya peserta didik memiliki tiga ranah keluaran belajar, yaitu ranah kognitif, afektif, dan psikomotor. Dalam setiap pembelajaran, ranah ini diharapkan oleh pendidik dapat berkembang dengan baik. Untuk mengetahui perkembangan ketiga ranah itu, dilakukanlah kegiatan evaluasi. Hal ini tentu saja bertujuan untuk mengetahui sejauh mana tujuan pembelajaran telah dicapai oleh peserta didik. Selain itu, evaluasi tentu saja dapat membantu pendidik untuk mengetahui kemampuan-kemampuan yang dimiliki oleh siswa. Dengan mengetahui kemampuan-kemampuan siswa tersebut, pendidik dapat mengetahui dan sekaligus membimbing peserta didik yang masih kurang mampu memahami materi pelajaran yang telah mereka ajarkan.
Kegiatan evaluasi tentu saja tak dapat dilakukan tanpa prosedur yang jelas. Ada prinsip-prinsip evaluasi yang sepatutnya diterapkan oleh peserta didik. Tanpa mengikuti prinsip ini dikhawatirkan hasil evaluasi tidak akan valid, tidak reliabilitas, tidak objektif, dan tidak praktis menggambarkan kemampuan belajar peserta didik.
Secara umum, kegunaan data evaluasi adalah sebagai dasar untuk mengambil sebuah keputusan dan secara khusus dapat dirinci sebagai berikut:
1.     Administratif : Administrator menggunakan hasil evaluasi untuk pengelompokkan kelas, melengkapi laporan-laporan untuk wali murid, memberikan informasi untuk menempatkan siswa jika dia pindah sekolah, dan melengkapi laporan kemajuan sekolah kepada instansi yang lebih tinggi.
2.      Instruksional: Supervisor dan guru menggunakan hasil evaluasi untuk membantu meningkatkan cara mengajar guru agar lebih baik.
3.      Bimbingan dan Penyuluhan  : Hasil yang diperoleh dari berbagai teknik evaluasi seperti tes intelegensi, achievement test, attitude test, catatan observasi, catatan harian, interest inventories, dan catatan kumulatif dapat digunakan.
4.      Penyelidikan : Hasil yang diperoleh digunakan untuk menyelidiki apakah ada ketidaksesuaian atau ketidakberesan dalam program, baik dari segi siswa, guru, kurikulum, ataupun lainnya.
B.       Saran
a)         Hendaknya seorang tenaga pengajar dapat mengaplikasikan evaluasi terhadap kegiatan belajar mengajar yang dilakukan di suatu lembaga pendidikan karena dengan adanya evaluasi ini akan dapat menunjang kualitas dan mutu pendidikan kita.
b)        Sebagaimana evaluasi hasil belajar dan pembelajaran yang telah diuraikan diatas sangatlah penting karena dengan adanya hal tersebut  kita dapat belajar bagaimana cara mengevalausi dari kegiatan belajar mengajar  apakah sudah dapat mencapai tujuan yang diinginkan.
c)  Sebaik apapun program pendidikan, sebanyak berapapun dana pendidikan dikeluarkan, selengkap apapun  sarana pendidikan, sebijak  apapun kepala sekolah,  namun faktor guru tetap  memegang  kunci yang relative dominan dalam proses pembelajaran, oleh karena itu lewat makalah ini kami hanya bisa memohon sekaligus menyarankan kepad semua guru agar selalu meningkatkan kwalitas, kapasitas dan profesionalitasnya, termasuk pengetahuan dan ketrampilan untuk mengevaluasi , agar tercapai tujuan pendidikan  yang lebih maksimal dan optimal.
Dilihat dari aspek inputnya, obyek  evaluasi  meliputi :  aspek kognitif, aspek afektif dan aspek psikomotorik.






Daftar Pustaka
Aunurrahman. 2010. Belajar dan Pembelajaran.CV Alfabeta : Bandung.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar